CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2013

Laporan Praktikum Hidrolisis Garam & Garam Sukar Larut

HIDROLISIS GARAM

Standar Kompetensi : Memahami sifat – sifat larutan asam basa, metode pengukuran dan terapannya

Kompetensi Dasar : Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut

Tujuan : Untuk mengetahui sifat larutan garam yang terhidrolisis

Teori :

Hidrolisis adalah peristiwa penguraian garam oleh air membentuk basa dan asamnya kembali. Larutan garam ada yang bersifat asam, basa atau netral, tergantung dari asam – basa penyusunnya.

a. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis sebagian (hidrolisis sebagian)

b. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah juga mengalami hidrolisis sebagian

c. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis total.

Jumat, 24 Mei 2013

SISTEM KOLOID


STANDAR KOMPETENSI : Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari.

KOMPETENSI DASAR : Membuat berbagai sistem koloid dengan bahan – bahan yang ada di sekitar.

JUDUL PRAKTIKUM : PEMBUATAN KOLOID

TUJUAN : Membedakan serta memahami pembuatan koloid secara dispersi dan kondensasi

TEORI : Ukuran Partikel koloid terletak antara partikel larutan sejati dan partikel suspensi. Oleh karena itu, sistem koloid dapat dibuat dengan pengelompokkan (agregasi) partikel sejati atau menghaluskan bahan dalam bentuk kasar kemudian didispersikan ke dalam medium pendispersi. Cara pembuatan koloid antara lain :

1. Cara Kondensasi, yaitu partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid. Cara ini dapat dilakukan melalui reaksi – reaksi kimia, seperti reaksi redoks, hidrolisis, dan dekomposisi rangkap, atau dengan pergantian pelarut

2. Cara Dispersi, yaitu partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid. Cara dispersi dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi atau dengan loncatan bunga listrik (cara busur Bredig)

Rabu, 06 Maret 2013

Titrasi Asam Basa

STANDAR KOMPETENSI : Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode pengukuran dan terapannya.

KOMPETENSI DASAR : Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dan hasil titrasi asam basa.

I. Tujuan :
A. Menentukan konsentrasi HCl dan larutan NaOH.
B. Menentukan kadar asam asetat dalam cuka dapur dengan titrasi asam basa.

II. Teori

Titrasi adalah metode analisis kuantitatif untuk menentukan kadar suatu larutan. Dalam titrasi zat yang akan ditentukan konsentrasinya dititrasi oleh larutan yang konsentrasinya diketahui dengna tepat dan disertai penambahan indikator. Larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut larutan baku atau larutan tandar, sedangkan indikator adalah zat yang memberikan tanda perubahan pada saat titrasi berakhir yang dikenal dengan istilah titik akhir titrasi.

Sabtu, 19 Januari 2013

Memperkirakan pH Larutan dengan Beberapa Indikator



 Standar Kompetensi      : Memahami sifat – sifat larutan asam basa, metode pengukuran dan penerapannya

Kompetensi Dasar           : Mendeskripsikan teori – teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan

Teori                                     :
Untuk mengetahui suatu larutan bersifat asam atau basa dapat dilakukan dengan menggunakan indicator kertas lakmus. Namun, apabila ingin mengetahui berapa pH suatu larutan diperlukan indicator universal atau pH meter. Ada juga cara lain, yaitu dengan menguji larutan terebut dengan beberapa larutan tersebut dengan beberapa indicator yang telah diketahui trayek pH nya seperti pada tabel .trayek pH dan perubahan warna beberapa larutan indicator.
No.
Indikator
Perubahan Warna
Trayek pH
1.
Metil Jingga
Merah – Kuning
2,9 – 4,0
2.
Metil Merah
Merah – Kuning
4,2 – 6,3
3.
Bromtimol Biru
Kuning – Biru
6,0 – 7,6
4.
Fenolftalein
Tak berwarna – Merah
8,3 – 10,0
5.
Lakmus
Merah – biru
5,5 – 8,0

Rabu, 31 Oktober 2012

Laporan Praktikum Kimia "Pembuatan Larutan"


Standar Kompetensi       : Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor – faktor yang  memengaruhinya serta   penerapannya dalam kehidupan
Kompetensi Dasar           : Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor – faktor yang memengaruhi laju reaksi
Tujuan Pembelajaran     : Menjelaskan pengertian kemolaran, serta cara menyediakan larutan dengan kemolaran tertentu
Teori                                      :
Zat kimia umumnya diperdagangkan dalam bentuk padatan  (Kristal) atau larutan pekat, jarang sekali dalam bentuk pakai. Sementara itu, di percobaan – percobaan laboratorium seringkali menggunakan larutan encer. Oleh karena itu, larutan yang diperlukan harus dibuat dari larutan pekat atau melarutkan zat padat.  Membuat larutan dari padatan murni dilakukan dengan mencampurkan zat terlarut dan pelarut dalam jumlah tertentu. Larutan dibuat dengan konsentrasi tertentu, dan dinyatakan dalam konsentrasi Molaritas (M).

Kamis, 18 Oktober 2012

PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI PEMBAKARAN BAHAN BAKAR


Tujuan                  : Menentukan ∆ H pembakaran methanol
Alat dan Bahan  :
1.     Gelas Kimia
2.    Pembakar spirtus
3.    Neraca
4.    Metanol
5.    Air
6.    Termometer

Langkah Kerja    :
1.    Timbang air dalam gelas kimia sebanyak 100 ml
2.    Ukur suhu air awal dan catat suhunya
3.    Isi pembakar spirtus dengan methanol, timbang pembakar tersebut dengan neraca
4.    Nyalakan pembakar spirtus dan panaskan air sampai hampir mendidih
5.    Catat suhu air,pada saat lampu spirtus dimatikan
6.    Timbang pembakar spirtus setelah pemanasan

Hasil pengamatan            :
Massa air             : 100 ml
Massa lampu + methanol sebelum pemanasan  : 250,15 ̊C
Massa lampu + methanol setelah pemanasan    :243,1 ̊C
Suhu air awal     : 29 ̊C
Suhu air setelah pemanasan       : 88 ̊C
Massa methanol yang hilang       : 7,05 ̊C
Mr methanol (CH3OH)   : 32

Perhitungan                       :
q  reaksi               : m.c.∆T : 100. 4,2 . 59 = -24780
∆ H = – q/mol methanol
∆ H = -24780/(7,05/32) = -24780/0,22 = -112.636 = -112 kj/mol
Kesimpulan                        :
∆ H pembakaran methanol adalah sebesar -112 kj/mol

Selasa, 16 Oktober 2012

Menentukan Perubahan Entalpi Reaksi




  1. Tujuan: Menentukan perubahan entalpi reaksi larutan NaOH dengan larutan HCl dengan kalorimeter.
  2. Teori: Setiap zat mengandung energi. Entalpi adalah energi yang terkandung di dalam zat. Perubahan energi zat di dalam reaksi disebut dengan perubahan entalpi reaksi. Panas reaksi adalah energi yang dilepaskan atau diserap bila jumlah mol masing-masing zat sama dengan koefisien reaksinya. Panas pembentukan adalah energi yang dilepaskan atau diserap pada pembentukan 1 mol zat dari unsur-unsurnya.
Rounded Rectangle: q= m x c x ΔT
ΔH=  -q/mol


                                  Keterangan:
                                  M= massa (gram)
                                  C= kalor jenis air (4,2 J/g. ̊C)
                                  ΔT= perubahan suhu ( ̊C)

Menurut hukum Hess, banyaknya energi yang diserap atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi, melainkan kepasa keadaan awal dan keadaan akhir reaksi. Ada energi sistem, ada energi luar. Entalpi adalah energi sistem.
       3. Alat dan Bahan
a.      Alat:
1.      Kalorimeter                             4. Termometer
2.      Gelas kimia 100 ml                 5. Pengaduk
3.      Gelas ukur 50 ml
b.      Bahan:
1.      Larutan NaOH 1M
2.      Larutan HCl 1M
        4. Cara Kerja:
1. Masukkan 50 ml larutan NaOH 1M ke dalam gelas ukur, ukur suhu larutan.
2. Masukkan ke dalam calorimeter
3. Masukkan 50 ml larutan HCl 1M ke dalam gelas ukur, ukur suhu larutan
4. Masukkan ke dalam calorimeter
5. Aduk campuran larutan. Amati suhunya yang naik, kemudian tetap. Catat suhu yang tetap sebagai suhu akhir reaksi.
Reaksi: NaOH + HCl → NaCl + H2O
        5. Data Hasil Pengamatan
Suhu awal HCl   : 32 ̊C
Suhu awal NaOH   : 33 ̊C
Suhu campuran   : 36 ̊C
Perubahan suhu   : 36 ̊C – 32,5 ̊C = 3,5 ̊C
         6. Perhitungan dan Pembahasan

  • ·         Hitunglah jumlah mol dalam 50 ml larutan HCl 1M dan jumlah mol dalam 50 ml larutan NaOH 1M!
NaOH= 0,05. 1 = 0,05           HCl=0,05. 1 = 0,05

  • ·         Hitunglah jumlah kalor yang dibebaskan per mol H2O yang terbentuk dalam reaksi ini…
q= (50+50).(4,2).(3,5)= -1470 J
Δ H= -1470/0,05= -29,4 kj/mol

  • ·         Tulislah persamaan termokimia untuk reaksi tersebut!
NaOH + HCl → NaCl + H2O                Δ H= -29,4 kj/mol

        7. Kesimpulan
Entalpi reaksi netralisasi antara HCl dan NaOH sebesar -29,4 kj/mol dan termasuk reaksi eksoterm.